Arsip Tag: toilet traning

Popok dan Toilet Training. Pilih Popok Jenis apa?

Popok dan Toilet Training. Pilih Popok Jenis apa?

Bapak Ibu menggunakan Popok Kain atau Popok Pempers Pabrikan untuk Bayi nya ? Ini Pengalaman saya menggunakan dua jenis popok tersebut. Semoga Pengalaman saya bermanfaat.

Popok dan Toilet Training. Pilih Popok Jenis apa?

Popok Pempers Pabrikan

Saya pernah menggunakan dua jenis popok. Anak pertama saya pakai popok pabrikan atau sering disebut pempers. Yang saya beli dari supermarket atau toko kelontong dekat rumah.

Saya beli popok tersebut. Karena kebanyakan saudara saya banyak yang memakaikan popok tersebut. Pokok ikutan saja lah sama sodara.

Ternyata ada kelebihan dan kelemahan menggunakan popok jenis ini.

Kelebihannya.

Popok ini menyerap pipis dan BAB anak dengan sangat baik.

Bahkan orang tua bisa tidur nyenyak. Saat anak dipakaikan popok ini.

Karena apabila buang air kecil. Bayi Bisa sambil tidur dan terasa kering.

Jadi Bayi dan orang tua bisa tidur nyenyak dan tenang. Besuk pagi segar kembali. Bisa memulai aktifitas dengan kondisi yang fit.

Kelebihan lain. Saat bepergian. Atau saat ada acara diluar. Sangat enak. Anak tidak pernah rewel karena pipis. wow. sangat enak sekali.

Kita bisa mengikuti acara dan Keluar rumah tanpa diganggu tangisan anak kita yang sedang ngompol.
Kelemahannya.

Ternyata setelah beberapa lama. apabila kita tidak sering cek dan ganti popok ini. Kulit bayi kita akan lembab.

Bahkan bisa menimbulkan ruam kulit yang berkala. Saat pemakaian.

Biasanya ruam itu terjadi di dua tempat. Pertama Karet yang bisa molor. Mencegah kebocoran pada kaki. Bekas karet nya bisa menyebabkan ruam kulit. Mungkin karena kulit tergencet oleh karetnya.

Kedua. Pada saat BAB. Kadar air Feses akan menurun. Bahkan Kering. Tapi sisa feses akan tetap di Popok apabila tidak segera diganti. Sehingga sela kulit dekat dubur. Biasanya akan merah atau ruam.

Oleh karena itu, kita harus sering cek dan ganti pempers nya.

Meski memiliki kemampuan menyerap air tinggi. Pempers masih Dapat menyebabkan lembab dan ruam pada bayi.
Selain Cara diatas. Bunda bisa menyiapkan zat pelembab untuk mengatasi ruam. Saya biasanya memakai minyak kelapa atau sering disebut minyak klentik. Dan Minyak Zaitun.

Usahakan Kedua minyak adalah produk asli. Tidak banyak mengandung kadar air. Bunda bisa membeli atau bahkan bisa membuat minyak klentik sendiri untuk mendapatkannya.

Kelemahan Berikutnya.

Terkait dengan Toilet Training anak kami. Anak pertama kami. BAB di toilet umur 3 tahun. Itu pun bisa karena kami sedikit memaksakan pada dia.

Kami suruh jongkok di toilet. Tapi tetap memakai pempers. Jadi tetap saja BAB fesesnya melekat di kulitnya.

Lama kelamaan. Dia risih dan umur 3,5 tahun. Lepas pemper dan bisa BAB di toilet. Kami sangat Bersyukur.

Kenapa kok bersyukur.? Karena ada anak tetangga kami 4,5 tahun masih BAB di Pempers loh. Masuk Paud. Masih pake Pempers. Bayangkan itu terjadi kepada anak kita.

Beda hal nya dengan anak kedua kami.

Popok Kain

Anak kedua kami tidak memakai pempers pabrikan lagi. Karena kami pikir popok tersebut tidak baik. Karena menghambat anak bisa BAB dan Pipis sendiri di toilet. Dan tidak mendidik.

Kelebihan

Anak kedua kami dengan menggunakan popok kain. TIDAK PERNAH ruam.

Bahkan Toilet Training nya cepat bisa. Umur 2 tahun bisa pipis dan BAB di kamar mandi. Bahkan sudah bisa BAB jongkok di WC

Pengeluaran untuk beli popok pempers pun bisa ditekan. Bahkan lumayan. Bisa digunakan dana nya untuk beli belanjaan yang lain.

Kelemahan

Popok kain sebenarnya sangat baik bagi anak – anak. Karena membiasakan kalo pipis bangun dan pergi ke toilet meski di malam hari sekalipun.

Namun perjuangan nya.

Memakai popok kain. Tiap pagi setelah sholat subuh. Ritual mencuci popok dan mengeringkannya. Sudah menjadi Rutinitas kami.

Tiap malam bayi akan nangis apabila popok basah. Dan minta ganti. AKhirnya kami Ayah dan Bundanya. Sangat susah tidur lelap.

Tapi Ayah Bunda. Dimana – mana kalo punya anak, ORTU pasti repot. Kalo gak repot berarti gak punya ANAK.
Itu Bisa lebih repot lagi kalo sudah punya pasangan. Tapi tidak punya keturunan. Jadi syukuri yang ada yah. KEEP FIGHTING

Anak Ketiga

Anak ketiga kami. Tidak kami pakaikan popok pempers pabrikan lagi. Malam kami pasti bangun. Karena isak tangis karena popoknya basah. Its OKE tidak tidur lelap.

Kami ingin anak kami cepat pintar. Bisa Pipis dan BAB di kamar kecil. Toilet training cepat seperti kakaknya.

Kami mulai sadar. Ketika anak nangis malam hari minta ganti popok. Adalah desain sensor dia untuk ke toilet.

Sensor itu akan terus berkembang sejalan bertambahnya usia Balita kita. Saat cukup dewasa untuk bilang ayah dan bunda mau pipis. Ia tidak akan ngompol di celana. Bahkan tidak akan ngompol di kasur saat dia tidur di malam hari.
TRUST ME. Popok Kain is The Best For Toilet Training. It’s Work for Our Family.

Tapi semua keputusan di tangan ayah bunda sekalian. Silahkan ambil keputusan popok jenis apa yang terbaik buat Bayi Kita.

baca : popok dibakar bolehkah ?