Arsip Tag: tebu kediri

Cara Tebu Cepat Tinggi Dan Bobot Banyak

Cara Tebu Cepat Tinggi Dan Bobot Banyak

Cara supaya tebu cepat tinggi dan banyak adalah dengan memberikan apa yang dibutuhkan tumbuhan tebu untuk tumbuh dan kembang dalam porsi yang cukup dan cepat. Langkahnya adalah sebagai berikut :

ketika masa tanam bibit (ponjo) jangan lupa memberikan dasar pupuk organik dan urea dalam porsi yang cukup.

Berikan pupuk organik lebih banyak. Dan berikan urea sedikit saja. Ukurannya untuk 1400 m2. Berikan pupuk organik 8 x 20 kg (1 karung petroganik). Sedangkan urea sebanyak 25 kg (setengah sak) urea/za.

Kemudian tutup dengan tanah agak tebal supaya ketika diirigasi tebu tidak terbawa arus air atau terbuka bibitnya.
Kemudian berikan irigasi pada tebu yang cukup. 45 hari kemudian berikan 25 kg sisa urea tadi. Berikan irigasi kembali.

Kenapa tidak diberikan 1 sak (50 kg urea) sekaligus?

Apabila diberikan urea 1 sak kemungkinan pupuk akan berlebih. Biasanya berakibat daun menjadi kuning. Kepanasan. Tumbuhan tebu yang masih kecil tidak kuat dengan banyaknya kadar Nitrogen di Pupuk Kimia. Sehingga bisa saja tanaman kita mati.

Menurut saya cara pemupukan kimia yang baik adalah sedikit demi sedikit tapi sering. Dan tidak kalah pentingnya. Padukan dengan pengairan yang cukup.

irigasi tebu
irigasi Lahan Menggunakan Diesel. Sumber : youtube.com

Usia 3-4 bulan

Pada usia tersebut berikan irigasi kembali. Supaya tanah menjadi lebih gembur dan mudah untuk di ipuk.

Biasanya ketika usia ipuk saya beri pengairan dulu. Kemudian saya pupuk paduan ZA dan Phonska Paket 50 kg : 50 kg. Untuk luasan 1400 m2.

Setelah diberikan pupuk baru diipuk. Yakni Tanaman tebu dipendam dengan tanah supaya tumbuh akar baru di batang paling bawah. serta menutup pupuk tadi.

Selain itu. Apabila tebu diipuk. Maka tidak mudah roboh kena angin.

Usia 6 bulan

Masa ini waktu tebu di klentek dan digulut
Lakukan klentek kemudian diberikan pupuk paduan ZA dan Phonska Paket 50 kg : 50 kg. Untuk luasan 1400 m2. Berikan irigasi.

Terakhir lakukan Gulut. Yakni Menutup kembali batang tebu paling bawah dengan tanah. Bedanya Gulut lebih rapat dibandingkan dengan ipuk. Ipuk penutupan tanah masih rendah. Sedangkan gulut lebih tinggi dan sela antara batang tebu wajib tertutupi dengan tanah. Supaya menjaga perakaran dan tebu tidak mudah rubuh.

Dari hasil pengamatan saya. Tebu dengan cara digulut. Mampu Menghasilkan tebu dengan batang yang lebih besar dan Kuat.
Klentek 2-4 Plus Irigasi

Biasanya petani setelah proses gulut tidak diklentek lagi. Karena alasan biaya yang akan membengkak.

Namun menurut saya. Tebu minimal harus mengalami proses klentek minimal 2 kali.

Hal ini supaya tumbuh kembang tebu bisa berlangsung dengan baik. Serta memudahkan proses penebangan.
Klentek hanya satu kali biasanya mengakibatkan proses tebang lama, batang tebu lebih kecil, Jika musim tikus akan banyak tikus berkembang biak di lahan.

Jika petani berani klentek lebih dari dua kali dan diselangi dengan irigasi maka bobot panen tebunya akan melimpah.

Hal ini bisa saja terjadi karena klentek an merupakan daun tebu yang sudah mati, tidak ada klorofilnya dan harus dibuang. Dengan di klentek akan tumbuh daun tebu baru yang membantu pertumbuhan dan pematangan batang tebu. Semakin cepat dan sering di klentek. Maka pertumbuhan akan semakin baik.

Apalagi diirigasi setelah diklentek. Akan menyebabkan kebutuhan air dalam pertumbuhan tebu akan terjamin. Sehingga tebu akan cepat tinggi.

Apakah Setelah Digulut Perlu Pemupukan lagi?

Nah kalo ini dari pengalaman. Sekali lagi. Bertani tebu dengan pemupukan sedikit demi sedikit tapi sering menghasilkan hasil bobot yang lebih baik. Akan tetapi lain cerita dengan rendemennya

Jika pupuk yang diberikan lebih dari 2 kw per 1400 m2 (standar saya). Tentu akan menghasilkan hasil bobot yang lebih baik. Akan tetapi dari pengamatan saya. Tebu mampu menghasilkan rendemen yang baik ketika pupuk sudah terserap sepenuhnya oleh tebu. Yakni kira – kira membutuhkan 5 bulan setelah pemupukan (tergantung jenis masa tebang tebu).

Pertimbangan yang lainnya adalah biaya garap lahan yang akan membengkak apabila memberikan pupuk yang banyak.

Selain itu. Pertimbangkanlah langkanya Stok pupuk di toko pertanian pada akhir tahun.


Jangan Abaikan Phonska dalam pemupukan apabila ingin rendemen baik


Dalam proses pemupukan untuk hanya menghasilkan batang tebu yang besar dan bobot yang tinggi. Ada juga petani yang hanya menggunakan urea/za plus petroganik saja.
Umumnya pupuk diatas sudah mempunyai kadar phospat. Namun dalam jumlah yang tidak seimbang.

Pemupukan dengan unsur NPK yang seimbang akan memberikan jaminan rendemen yang baik pada saat panen tebu. Yakni dengan memberikan kombinasi ZA : Phonska perbandingan 1 : 1.

Hal Itu karena dalam proses pematangan dan pembentukan gula dalam batang tebu. Sangat membutuhkan phospat untuk mengikat antar ikatan glukosa.

Penggunaan Kompos KOHE AYAM SEKAM Dalam Pertumbuhan Tebu

Saya juga pernah Pengalaman menggunakan kompos untuk pupuk dasar tebu. Hasilnya bagus. Batang Besar. Daun berwarna hijau gelap.

Kompos yang saya gunakan pada waktu itu adalah kompos kohe ayam bercampur brambut atau sekam.

Hasil pertumbuhan yang dihasilkan bisa lebih baik dibandingkan dengan tanpa kompos. Karena kompos ini prinsipnya memberikan unsur Nitrogen untuk pertumbuhan. Menggemburkan tanah sehingga perakaran bisa berkembang. Serta membantu menyimpan air dalam tanah. Sehingga sangat baik bagi pertumbuhan.

Tanah Subur - AHL

Mitos Kompos Ayam Dan Uret tanah. Studi kasus pada tanaman tebu di kediri

Apakah Kompos Ayam Mengundang Hama Uret

Mitos Kompos Ayam Dan  Uret tanah. Studi kasus pada tanaman tebu di kediri
Mitos Kompos Ayam Dan Uret tanah. Studi kasus pada tanaman tebu di kediri

Berulang kali banyak orang mengatakan bahwa kompos ayam mampu mengundang hama uret.

Menurut saya, itu tidak benar

Setelah saya praktikkan sendiri. Saya memakai sekitar 1 rit kompos ayam yang bercampur sekam ditaburkan pada lahan tebu. Hasilnya sampai saat ini tidak ada hama uret yang ada di dalam tanah.

Buktinya sampai hari ini tidak ada kematian pada tebu yang disebabkan hama uret. Dimana biasanya hama uret menyerang akar tebu terlebih dahulu. Kemudian daun menguning dan akhirnya tebu mati.


Ternyata pemberian kompos ayam campuran sekam tidak membuat hama uret datang. Jadi mitos yang selama ini saya dengar tidak lah benar.

Kalaupun ada lahan kompos yang terdapat uret. Kemungkinan uret sudah ada terlebih dahulu sebelum pengomposan.

Tebu Tumbuh Subur

Pengomposan dengan menguunakan kompos kotoran ayam dan sekam memperbaiki struktur serta menambah unsur hara.

Hal ini dibuktikan dengan tanaman tebu saya tumbuh lebih tinggi dibandingkan tanaman tebu lahan tetanggga. Daun bewarna hijau kehitaman. Batang lebih besar.

Kedua. Tanah pada lahan tersebut menjadi lebih gembur dan berongga. Hal tersebut kemungkinan karena adanya sekam dalam campuran kompos. Harapannya dengan tanah yang gembur. Akara tanaman dapat berkembang dengan baik. Sehingga tebu tumbuh subur.

Kompos dan Panjan Tebu

Jika kita memiliki tebu panjan (tanam baru dari benih tebu) diberikan kompos ini. Apakah banyak yang mati?

Ternyata setelah saya praktekkan. Tebu tidak mati dan bertahan. Meski kompos menutupi tebu yang masih kecil.

Kemungkinan pengaruh sekam. Yang memberikan rongga pada kompos untuk menguapkan seluruh sisa amoniak yang ada. Sehingga tebu yang masih kecil tidak mati.

Pengairan

Pemberian kompos pada lahan sangat penting. Akan tetapi pengolahan tanah tidak kalah penting.

Menurut pengalaman. Apabila kita melakukan pengomposan, jangan lupa memberikan pengairan yang cukup.

Hal ini karena kompos mengandung unsur nitrogen yang besar. Kompos yang kurang matang bahkan mengandung amoniak.

Bisa dilihat bahwa kompos yang baru saja dipindah dari kandang memiliki bau amoniak yang kuat. Efek kompos dengan amoniak yang kuat. Mampu menimbulkan keropok (lubang pada tengah batang tebu) serta jamur.

Untuk menghindari hal tersebut. Perlu diairi dengan cukup. Hingga kompos tidak menimbulkan efek yang negatif seperti diatas.