Tag Archives: kotoran hewan

Mitos Kotoran Ayam Tidak Baik Untuk Tebu Termentahkan

Mitos Kotoran Ayam Menimbulkan Gabeng (Lubang di dalam Lingkar batang Tebu)

Ada yang bilang bahwa jika kita memberikan kompos ayam ke tanaman tebu. Maka tanaman tebu akan tumbuh dengan baik.

Tetapi, pada saat panen akan mengalami gabeng. Atau terdapat lubang di dalam batang tebu. Sehingga menurunkan bobot tebu saat panen.

Dalam kasus ini. Saya telah mencoba kohe ayam pedaging saya berikan ke tanaman tebu jenis Cening di lahan tegal milik kami.

Alhasil. Petumbuhan bagus dan memiliki Brik batang tengah sebesar 21.

Menurut hasil analisa saya. Semua tergantung pengaturan penggunaan kohe tersebut.

Kelebihan kohe (kotoran hewan) adalah unsur urea atau Nitrogen yang besar. Sangat bagus untuk pertumbuhan pada masa vegetatifnya.

Namun apabila tidak diimbangi dengan pengairan yang cukup.

Justru amonia yang berlebih dari kohe. Akan mampu membuat tabu gabeng atau berlubang di tengah lingkar batangnya.

Maka pengairan ini bertujuan untuk mengurangi unsur amoniak yang berlebih.

Kedua yang tidak kalah penting adalah unsur penyeimbang pupuk.

Saya berikan 1 kuintal aplikasi ZA dan Phonska. Sebagai penyeimbang unsur untuk tebu.

Seperti kita ketahui bahwa unsur phospat. Sangat diperlukan dalam pembentukan gula (Sukrosa) dalam tebu. Sehingga harapannya Tebu yang akan kita panen nanti.

Tidak hanya memiliki kuantitas yang dibuktikan dengan jumlah bobot panen yang baik. Juga bebarengan dengan Rendemen sebagai takaran kualitas yang baik.

Mitos Kotoran Ayam Menimbulkan Hama Uret

Mitos itu juga terbantahkan. Kenyataanya seperti yang saya ceritakan di atas. Bahwa hasil penggunaan kotoran hewan ayam pedaging bercampur dengan brambut/sekam.

Menunjukkan hasil yang baik dan tidak menimbulkan hama uret.

Bahkan perbandingan tebu panjan dan tebu keprasnya. Tidak berbanding jauh. Daun lebih hitam dan kelihatan pertumbuhannya lebih baik.

Berikut Video Penjelasan Tentang Hal Tersebut

Efek Negatif Kohe Kotoran Ayam

Kalo ada yang positif tentunya ada juga efek negatifnya.

Campuran brambut atau sekam dalam campuran kohe mempunyai efek : Menambah Rongga tanah, Membantu Mengurangi Amoniak Kohe dan Berefek Menggemburkan Tanah.

Karena mempunyai keunggulan dalam penggemburan tanah. Tanah menjadi bagus untuk perkembangan Akar. Namun karena tanahnya menjadi gembur. Tikus juga sering mampir untuk membuat sarang disana. Sehingga dalam menilik lahan saya sering ketemu dengan lubang sarang tikus.

Solusinya adalah membuat lahan kita bersih daduk dan sinar matahari bisa masuk ke permukaan tanah. Jika permukaan tanah bersih dan tidak lembab. Tikus tidak akan betah tinggal di lahan kita. Otomatis serangannya akan menurun.

Efek Negatif yang lain. Jika pemupukan tidak diimbangi dengan unsur phospat. Dan terlalu tinggi Unsur Nitrogen dari kohe. Maka mengakibatkan gula. Terutama jika digiling di gilingan gula jawa. Tidak bisa menghasilkan gula dengan cetakan bagus. Karena unsur phospat dalam ikatan gula berfungasi untuk menggandeng ikatan antar struktur sukrosa (gula).