Arsip Tag: karbohidrat

Gula Darah Normal dan Cara Mempertahankan Kadar Gula Darah di Kediri

Gula Darah Normal Itu Penting. Sebagai Parameter Kesehatan

Kemarin, Saya dimintai tolong oleh Ayah mengantar ke Toko Peralatan Kesehatan. Untuk Cek Kadar gula darah dan HB.

“Ayah telihat Pucat. Pengen Cek Darah. Tolong dianter” Kata Ayah Saya.

Okeh yah. saya Antar.

Cek Gula Darah dan HB
Cek Gula Darah dan HB

Bagi yang rumahnya jauh dari rumah sakit atau laboratorium. Untuk pengecekan Gula Darah dan HB. Atau kolesterol Bisa di Apotek Terdekat atau Toko Peralatan Kesehatan yang menawarkan jasa cek darah.

Ternyata gak ribet amat. Sudah ada alatnya,

Cukup Alat Jepretan tangan buat coblos tangan dan ambil darah. Dan alat mirip peger/hp. yang bisa menunjukkan kadar gula dan HB. 1 menit selesai.

Harga layanan ini juga cukup murah. Cek HB, Gula Darah dan Tekanan Darah cukup bayar Rp. 15.000,-

Sebenarnya kadar gula darah normal tidak berpatokan pada satu angka baku. Kadar ini bisa berubah seperti saat sebelum dan sesudah Anda makan atau juga saat waktunya tidur.

Seusai makan, sistem pencernaan Anda akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang bisa diserap oleh aliran darah. Zat tersebut sangat penting untuk sumber energi sel-sel tubuh Anda. Darah mengalirkan zat gula ini menuju sel-sel tubuh guna menjadikannya energi.

Namun, zat gula ini harus melewati sebuah ‘pintu’ untuk memasuki sel-sel tersebut. Hormon yang berperan dalam membuka ‘pintu’ itu adalah insulin. Insulin dihasilkan oleh pankreas. Setelah memasuki sel, zat gula ini akan dibakar menjadi energi yang bisa Anda pakai. Gula yang lebih akan disimpan di hati untuk dipakai di kemudian hari.

Berikut kisaran kadar gula darah normal pada tubuh:

  • Sebelum makan: 70 – 130 mg/dL.
  • Dua jam setelah makan: kurang dari 180 mg/dL.
  • Setelah tidak makan (puasa) selama setidaknya delapan jam: kurang dari 100 mg/dL.
  • Menjelang tidur: 100 – 140 mg/dL.

Cara Mempertahankan Kadar Gula Darah Normal

Menjaga kadar gula darah agar dalam angka normal sangat penting. Apalagi Anda yang punya diabetes mellitus.

Sebagai informasi. Gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) atau tinggi (hiperglikemia) bisa berdampak negatif pada tubuh Anda. Jika gula darah Anda di bawah 70 mg/dL maka Anda mengalami hipoglikemia. Anda dikatakan mengalami hiperglikemia jika kadar gula darah Anda lebih dari 200 mg/dL.

Efek terlalu rendahnya kadar gula darah antara lain:

  • Tubuh lemas.
  • Kulit pucat.
  • Berkeringat.
  • Kelelahan.
  • Kelaparan.
  • Gelisah.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mudah marah.
  • Kesemutan di area mulut.
  • Tidak mampu berdiri atau berjalan.
  • Kejang.
  • Jantung berdebar.

Efek terlalu tingginya kadar gula darah antara lain:

Untuk menghindari hal di atas, mari jaga kadar gula darah Anda agar tetap dalam batas normal. Berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan:

  • Olahraga rutin. Dengan rutin berolahraga, Anda bisa menstabilkan gula darah . Lakukan olahraga setidaknya 2,5 jam per minggu secara teratur. Anda bisa melatih kekuatan otot-otot tubuh karena peranannya dalam menggunakan dan menyimpan gula sangat besar. Hal tersebut bisa membuat kadar gula darah tetap normal. Namun ingat, jangan berlebihan melakukan aktivitas fisik karena hal tersebut bisa memicu hipoglikemia.
  • Perhatikan asupan. Anda diperbolehkan untuk mengonsumsi karbohidrat namun batasi porsinya. Karbohidrat yang bisa Anda pilih yaitu ubi, pasta dari biji-bijian utuh, dan nasi merah. Makanan lain yang bagus untuk Anda konsumsi yaitu kacang-kacangan seperti almond, ikan salmon, daging dada ayam tanpa kulit, brokoli, bayam, dan kayu manis.
  • Makan tepat waktu. Jangan melewatkan waktu makan Anda, terutama sarapan. Jika hal ini terjadi, rasa lapar akan meningkat di jam makan berikutnya. Hasilnya Anda akan makan secara berlebihan, kemudian naiklah gula darah Anda. Makan tiga kali sehari ditambah dua camilan bernutrisi di sela-sela jam makan bisa membantu gula darah tetap normal.
  • Hindari stres. Jika Anda mengalami stres segera atasi karena kondisi ini bisa membuat kadar gula darah Anda meningkat.
  • Selalu sedia camilan manis. Untuk berjaga-jaga, selalu bawa camilan manis seperti permen, guna mencegah kadar gula darah menurun drastis.

Selain dengan cara-cara di atas, Anda juga bisa menjaga kadar gula darah normal Anda dengan rutin melakukan tes gula darah. Tes gula darah bisa dilakukan di rumah sakit atau jika ingin praktis, Anda bisa membeli alat tes gula darah yang bisa dipakai di rumah.

alat cek gula darah 3 in 1. merk easy touch
alat cek gula darah 3 in 1. merk easy touch

Bila ingin Membeli Alat untuk cek kadar gula darah,Kolesterol dan ASAM URAT bisa di Mataharimall. Klik disini

sumber:alodokter.com

Orang Tua Saya Terkena Diabetes. Apakah Saya Bisa Menderita Diabetes Mellitus juga? dan Tips Mencegah Resiki Diabetes Turunan

Jika Memiliki orang tua diabetes mellitus. Apa Bisa Bisa Menderita Diabetes Mellitus juga?

itu pertanyaan yang bagus yah.

Jika kamu pernah membaca artikel mengenai penyakit ini. Maka saya yakin pernah menemukan bahwa

Penderita Diabetes di Indonesia Ketujuh Terbesar di Dunia

WOw

Di Indonesia sendiri, penyakit diabetes sudah menjadi penyakit pembunuh nomor tiga. Hal tersebut diungkapkan oleh Sample Registration Survey 2014. Diabetes dengan kompikasi menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia.

Sementara, data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan, jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dengan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia.

Hal ini diperparah bahwa diabetesi (sebutan penderita diabetes). Kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bahwa dirinya menderita diabetes.

“Sebagian besar penderita diabetes mengunjungi dokter dalam keadaan kronis. Akibatnya, penderita diabetes tidak terdiagnosis dan tidak diobati hingga mengakibatkan komplikasi berat seperti retinopati, penyakit ginjal, stroke, serangan jantung dan kematian dini,” papar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. H. M. Subuh, MPPM di Jakarta.

Oleh karena itu. Kita harus belajar mendeteksi penyakit ini secara dini yah.

Bisakah Diabetes Menurun ?

Ternyata.

Faktor turunan (genetik) memang mempunyai peranan penting terhadap berkembangnya penyakit diabetes pada seseorang. Bagaimana mekanisme kerja faktor genetik ini pada penyakit diabetes sangat rumit, dan sampai sekarang masih sedikit yang sudah diketahui oleh para ahli.

Jadi, bila seseorang, misalnya Anda sendiri mempunyai seorang Ibu menderita diabetes, Anda memang mempunyai kemungkinan lebih besar menderita diabetes dibandingkan dengan orang lain yang ke dua orang tuanya normal, apalagi kalau ke dua orang tua Anda penyandang diabetes, kemungkinan itu jadi lebih besar lagi. Tetapi, walaupun orang tua Anda penyandang diabetes, tidak berarti Anda serta-merta juga akan mengalami penyakit yang sama, faktor lingkungan itu juga akan sangat menentukan. Tidak semua anak yang orang tuanya menderita diabetes adalah penyandang diabetes juga di kemudian hari.

Disamping faktor turunan, ternyata faktor lingkungan juga sangat menentukan seseorang akan menderita diabetes atau tidak. Faktor lingkungan itu bisa berupa:

  1. Kegemukan (obesitas)
  2. Pola makan tidak sehat–makan berlebihan
  3. Makanan banyak mengandung karbohidrat olahan
  4. Mengkonsumsi gula berlebihan dan Lemak
  5. Kurang mengkonsumsi makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan
  6. Gaya hidup santai dan olahraga kurang
  7. Banyak duduk serta aktifitas fisik kurang– dan sebagainya

Tips Mencegah Resiko Diabetes Keturunan

1. Mengontrol Kadar gula

Dengan melakukan pengontrolan secara berkala terhadap kadar gula darah, dapat membantu menurunkan resiko berkembangnya penyakit diabetes. Pada saat seseorang telah divonis dokter memiliki kadar gula darah yang melebihi batas normal yaitu 150 mg/dl, maka sebaiknya ia segera berusaha untuk menormalkan kembali kadar gulanya.

2. Melakukan kegiatan fisik

Seperti penjelasan diatas tadi bahwa seseorang yang kurang gerak dapat memiliki resiko yang tinggi akan penyakit diabetes. Untuk itu, sebaiknya jangan ragu lagi untuk melakukan berbagai macam kegiatan fisik seperti berolahraga secara teratur. Karena dengan berolahraga, dapat melindungi tubuh dari gangguan obesitas, penyebab stress, serta dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh.

3. Menjaga pola makan

Pola makan yang buruk, seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan maupun minuman yang terlalu manis, mengkonsumsi junk food, maupun jenis-jenis makanan yang banyak mengandung lemak dan makanan yang mengandung kolesterol dapat meningkatkan resiko berkembangnya penyakit diabetes. Maka sebaiknya pilihlah jenis-jenis makanan yang bersumber dari bahan-bahan alami, mengandung gula yang sederhana, mengandung banyak serat, rendah lemak, serta rendah kolesterol untuk menjaga agar sistem pencernaan dalam tubuh dapat berfungsi dengan normal.

Lakukan Pola Makan /Diet yang tidak memberatkan. Untuk menghilangkan sisa makanan yang tidak baik untuk tubuh dalam usus kita. Sehinga kita terhindar dari diabetes dan penyakit lainnya

4. Merubah Pola Pikir

Banyak orang berfikir. Otak adalah pusat dunia. Bagian penting dari tubuh kita adalah otak kita. Saatnya kita berubah. Usus dan Organ pencernaan juga penting. Berikan asupan yang baik. Merubah Pola Makan yang tidak baik menjadi Pola Makan/Diet yang bagus untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

sumber : lifestyle.sindonews.com,lifestyle.kompas.com,halosehat.com