Tag Archives: giling 2019

Perubahan Sistem Beli Putus Pasokan Tebu Giling 2019

Giling Tebu Cening 2019

Giling 2019 ini berbeda dengan sistem tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya pabrik gula menggunakan Sistem Bagi Hasil (SBH). Di tahun ini menggunakan Sistem Beli Putus (SBT).

Jika sebelumnya berdasarkan rendemen dari pasokan tebu. Berapa persen yang menjadi gula. Kemudian dihitung bagi hasil penjualan gula tersebut antara petani dan pabrik gula.

Di tahun ini. Jual Beli Langsung. Misal rendemen 8 Dihargai Rp. 54.000 per kuintal tebu. Plus nanti ditambah dengan harga jual tetes. Jika per kuintalnya Rp. 3000. maka total menjadi harga Rp. 57.000 per kuintal tebu.

Sebenarnya kedua sistem ini hampir sama sih menurut saya. Jika rendemen bagus. Tentu harga per kuintalnya lebih besar dibandingkan dengan tebu rendemen kecil. Masih sama dengan sistem bagi hasil. Cuma dibolak balik saja cara perhitungannya.

Perbedaan yang mencolok adalah sistem pembayarannya. Dulu dengan sistem SBH bagi hasil diberikan 1 periode 15 hari sekali. Sekarang rencananya dengan sistem SBT beli putus akan diberikan pembayarannya 10 hari sekali.

Sayangnya,sampai detik ini pun. Belum bisa dipastikan bagaimana nanti prakteknya. Saat menerima pembayarannya.

Efek Negatif SBT Dan Timbangan Yang Menerima Kuintalan

Efek dari Sistem SBT yang belum mapan. Serta banyaknya timbangan yang menerima kuintalan tebu dengan harga 52-53.000 per kuintal.

Menyebabkan banyak petani yang memilih memundurkan jadwal tebang untuk kiriman pabrik. Untuk Menunggu kepastiannya.

Sedangkan Beberapa petani kecil yang mempunyai lahan sedikit. Lebih memilih kirim ke timbangan. Dibandingkan dengan kirim ke pabrik.

Hal ini disebabkan karena harga di timbangan lebih jelas dan dapat dihitung dibandingkan dengan harga tebu apabila dikirim ke pabrik gula.

Jika dikirim ke pabrik gula masih memikirkan rendemen dan kemasakan tebu. Serta belum mapannya sistem harga pada sistem SBT.

Sedangkan jika dikirim ke timbangan. Harga sudah jelas. Dapat dihitung untung rugi tebu yang sudah ditanam kurang lebih 1 tahun.

Akibat dominonya adalah jumlah pasokan tebu pabrik yang berkurang. Karena banyak petani yang lari atau menunda pasokan kirimnya ke pabrik.

Bahkan beberapa petani tebu yang saya kenal menerapkan sistem tebang 3 x selama 2 tahun. Caranya yakni menanam jenis tebu 862 dimana kemasakan optimal biasanya 9 – 10 bulan. Dibuat masa tebangnya 8 bulan saja. Sehingga dalam 24 bulan (2 tahun). Mampu tebang 3x. Hasilnya nanti dikirim ke timbangan.