Arsip Tag: diabetes mellitus

Orang Tua Saya Terkena Diabetes. Apakah Saya Bisa Menderita Diabetes Mellitus juga? dan Tips Mencegah Resiki Diabetes Turunan

Jika Memiliki orang tua diabetes mellitus. Apa Bisa Bisa Menderita Diabetes Mellitus juga?

itu pertanyaan yang bagus yah.

Jika kamu pernah membaca artikel mengenai penyakit ini. Maka saya yakin pernah menemukan bahwa

Penderita Diabetes di Indonesia Ketujuh Terbesar di Dunia

WOw

Di Indonesia sendiri, penyakit diabetes sudah menjadi penyakit pembunuh nomor tiga. Hal tersebut diungkapkan oleh Sample Registration Survey 2014. Diabetes dengan kompikasi menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia.

Sementara, data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan, jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dengan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia.

Hal ini diperparah bahwa diabetesi (sebutan penderita diabetes). Kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bahwa dirinya menderita diabetes.

“Sebagian besar penderita diabetes mengunjungi dokter dalam keadaan kronis. Akibatnya, penderita diabetes tidak terdiagnosis dan tidak diobati hingga mengakibatkan komplikasi berat seperti retinopati, penyakit ginjal, stroke, serangan jantung dan kematian dini,” papar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. H. M. Subuh, MPPM di Jakarta.

Oleh karena itu. Kita harus belajar mendeteksi penyakit ini secara dini yah.

Bisakah Diabetes Menurun ?

Ternyata.

Faktor turunan (genetik) memang mempunyai peranan penting terhadap berkembangnya penyakit diabetes pada seseorang. Bagaimana mekanisme kerja faktor genetik ini pada penyakit diabetes sangat rumit, dan sampai sekarang masih sedikit yang sudah diketahui oleh para ahli.

Jadi, bila seseorang, misalnya Anda sendiri mempunyai seorang Ibu menderita diabetes, Anda memang mempunyai kemungkinan lebih besar menderita diabetes dibandingkan dengan orang lain yang ke dua orang tuanya normal, apalagi kalau ke dua orang tua Anda penyandang diabetes, kemungkinan itu jadi lebih besar lagi. Tetapi, walaupun orang tua Anda penyandang diabetes, tidak berarti Anda serta-merta juga akan mengalami penyakit yang sama, faktor lingkungan itu juga akan sangat menentukan. Tidak semua anak yang orang tuanya menderita diabetes adalah penyandang diabetes juga di kemudian hari.

Disamping faktor turunan, ternyata faktor lingkungan juga sangat menentukan seseorang akan menderita diabetes atau tidak. Faktor lingkungan itu bisa berupa:

  1. Kegemukan (obesitas)
  2. Pola makan tidak sehat–makan berlebihan
  3. Makanan banyak mengandung karbohidrat olahan
  4. Mengkonsumsi gula berlebihan dan Lemak
  5. Kurang mengkonsumsi makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan
  6. Gaya hidup santai dan olahraga kurang
  7. Banyak duduk serta aktifitas fisik kurang– dan sebagainya

Tips Mencegah Resiko Diabetes Keturunan

1. Mengontrol Kadar gula

Dengan melakukan pengontrolan secara berkala terhadap kadar gula darah, dapat membantu menurunkan resiko berkembangnya penyakit diabetes. Pada saat seseorang telah divonis dokter memiliki kadar gula darah yang melebihi batas normal yaitu 150 mg/dl, maka sebaiknya ia segera berusaha untuk menormalkan kembali kadar gulanya.

2. Melakukan kegiatan fisik

Seperti penjelasan diatas tadi bahwa seseorang yang kurang gerak dapat memiliki resiko yang tinggi akan penyakit diabetes. Untuk itu, sebaiknya jangan ragu lagi untuk melakukan berbagai macam kegiatan fisik seperti berolahraga secara teratur. Karena dengan berolahraga, dapat melindungi tubuh dari gangguan obesitas, penyebab stress, serta dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh.

3. Menjaga pola makan

Pola makan yang buruk, seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan maupun minuman yang terlalu manis, mengkonsumsi junk food, maupun jenis-jenis makanan yang banyak mengandung lemak dan makanan yang mengandung kolesterol dapat meningkatkan resiko berkembangnya penyakit diabetes. Maka sebaiknya pilihlah jenis-jenis makanan yang bersumber dari bahan-bahan alami, mengandung gula yang sederhana, mengandung banyak serat, rendah lemak, serta rendah kolesterol untuk menjaga agar sistem pencernaan dalam tubuh dapat berfungsi dengan normal.

Lakukan Pola Makan /Diet yang tidak memberatkan. Untuk menghilangkan sisa makanan yang tidak baik untuk tubuh dalam usus kita. Sehinga kita terhindar dari diabetes dan penyakit lainnya

4. Merubah Pola Pikir

Banyak orang berfikir. Otak adalah pusat dunia. Bagian penting dari tubuh kita adalah otak kita. Saatnya kita berubah. Usus dan Organ pencernaan juga penting. Berikan asupan yang baik. Merubah Pola Makan yang tidak baik menjadi Pola Makan/Diet yang bagus untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

sumber : lifestyle.sindonews.com,lifestyle.kompas.com,halosehat.com

Apa itu Diabetes Mellitus Yuk Sama Sama Cari Tahu Supaya Dapat Mencegah Dari Awal Gejala dan Pengobatannya

diabetes mellitus
Lambang Diabetes Mellitus. Sumber: International Diabetes Federation

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi dalam kurun waktu yang lama (terus menerus). Hal itu terjadi karena adanya gangguan pada sistem metabolisme di dalam tubuh.

 

Anggota keluarga saya ada juga yang kena penyakit ini. Makanya kita harus waspada. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja.

Nah, Kita simak informasi selanjutnya mengenai gejala penyakit ini

Gejala yang biasanya timbul dari penyakit ini adalah

1. Frekuensi buang air kecil yang terlalu sering. Tingginya kadar glukosa atau gula dalam darah membuat tubuh menarik air dari sel ke darah. ‘Kelebihan’ cairan ini kemudian dikeluarkan dalam bentuk urin, sehingga frekuensi buang air kecil pun meningkat.

2. Lebih cepat haus. Tubuh membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak karena frekuensi buang air kecil yang terlampau sering. Rasa haus ini adalah reaksi tubuh agar tetap terhidrasi dari asupan cairan.

3. Rasa lapar yang berlebihan. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi dengan baik; sehingga secara alami tubuh akan memberi respon pada Anda untuk terus makan guna memperoleh lebih banyak energi.

4. Penurunan berat badan secara drastis. Hal ini terjadi karena tubuh tidak bisa memakai glukosa secara efektif. Akibatnya lemak akan dipecah untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi sehingga pasien mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba.

5. Kelelahan kronis. Ketika tubuh gagal mengolah glukosa menjadi energi, maka pasien akan terasa lesu dan menjadi mudah lelah.

6. Penglihatan mulai kabur. Kadar glukosa yang terlalu tinggi juga dapat berpengaruh terhadap kemampuan penglihatan pasien diabetes.

Nah, udah tahu kan gejalanya. Yuk kita sama – sama dukung gerakan sadar diabetes dan jadikan penyakit diabetes menjadi penyakit yang perlu diperhatikan oleh orang banyak (umum).

BAHAYA DIABETES

Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus

Saya Baca di Wikipedia. Kalo kita kena penyakit ini. Dan tidak segera dirawat. Dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Komplikasi Diabetes dapat menyebabkan:

Diabetic Ketoacidosis (DKA)

Biasanya terjadi pada pasien diabetes tipe 1. DKA dapat didiagnosa ketika menjalani tes dan ditemukan hasil gula darah tinggi, pH darah rendah dan ditemukannya asam keto (ketoacids) dalam darah atau urine.

Gejala yang timbul : Muntah,Perut Sakit, Timbul sura saat Bernafas,Sering buang Air Kecil, Lemas, Kebingungan dan Kadang Hilang Kesadaran.

Hyperosmolar Hyperglycemic (HHS)

Biasanya terjadi pada pasien diabetes tipe 1 sama seperti DKA. Dapat didiagnosa ketika menjalani tes darah dengan menganalisa Keton dalam darah lebih lanjut.

Akibat yang dapat ditimbulkan : Dehidrasi, Osmolaritas gula dalam darah tidak stabil, Dapat menyebabkan koma dan bahkan kematian. baca di wikipedia

Penderita Diabetes dalam jangka panjang dapat berakibat Komplikasi sebagai berikut :

Penyakit Kardiovaskular

Kadar Gula darah mempengaruhi kondisi hari/liver dan Pembuluh darah yang mampu menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit arteri koroner (memicu serangan jantung) dan strok. Penyakit ini yang biasanya menyebabkan kematian pada penderita diabetes. Apalagi jika penderita mempunyai tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi akan meningkatkan resiko terkena komplikasi kardiovaskular

Penyakit Ginjal (diabetic nephropathy)

Pembuluh darah yang rusak akibat kadar gula darah yang tinggi memicu ginjal tidak bekerja efektif, apabila kondisi semakin parah mampu menyebabkan gagal ginjal. Sangat beresiko pada penderita diabetes. Oleh karena itu, Sangat penting sekali menjaga kadar gula darah dalam kondisi normal serta tekanan darahnya. Sehingga mampu menurunkan resiko komplikasi lainnya. Terutama penyakit ginjal.

Penyakit Saraf (diabetic neuropathy)

Seperti penjelasan di atas. Kita tahu bahwa Ketika gula darah tinggi disertai tekanan darah yang terlalu tinggi mampu menyebabkan kerusakan pada saraf tubuh. Memicu penyakit lainnya seperti pencernaan kurang baik, disfungsi ereksi dan fungsi lainnya.

Biasanya saraf tubuh yang terserang dulu adalah bagian kaki. Kerusakan saraf bagian ini disebut peripheral neuropathy. Kaki menjadi sakit, kesemutan sampai tidak mampu merasakan sakit pada kaki.

Hilang sakit pada kaki atau tidak bisa merasakan kaki. Jangan dianggap enteng. Kalo terjadi luka pada kaki dan tidak terasa. Maka akan menyebabkan infeksi kaki dan harus diamputasi.

Jadi bagi orang yang sudah terkena diabetes. Sangat dianjurkan memeriksakan kondisi kakinya secara rutin ke dokter.

Penyakit Mata (diabetic retinopathy)

Sebagian besar penderita diabetes, jika dalam waktu lama menyebabkan kerusakan mata (retinopathy). Yakni Pengaburan/Penglihatan berkurang bahkan kebutaan. Penyebabnya adalah kombinasi gula darah tinggi, tekanan darah tinggi dan Kolesterol yang tinggi.

Dapat dikendalikan dengan secara rutin memeriksakan mata. Menjaga kadar gula darah dan lemak tubuh tetap dalam kondisi se Normal mungkin.

Komplikasi Kehamilan

Wanita yang terkena diabetes selama hamil mempunyai resiko komplikasi. Apabila mereka tidak bisa mengatur dan memeriksakan kondisi kesehatan mereka selama kehamilan.

Untuk menjaga supaya tidak terjadi komplikasi. Seperti kerusakan pada janin. Mereka yang menderita diabetes tipe 1 dan tipe 2. Harus disiplin menjaga target level gula darah mereka. Sehingga resiko terjadi komplikasi dapat diminimalisir.

Komplikasi yang biasanya terjadi pada saat wanita hamil mempunyai histori diabetes adalah janin mereka tidak berkembang/tidak terjadi penambahan berat pada janin. Hal ini dapat menyebabkan masalah saat proses melahirkan. Mampu menyebabkan trauma pada anak dan ibu. Juga mampu menurunkan kadar gula darah secara tiba – tiba (drop) pada saat selesai proses melahirkan.

Bayi yang terkena kadar gula darah tinggi selama proses kehamilan. Memiliki kemungkinan yang tinggi akan terkena diabetes saat mereka dewasa.

Siapa Yang Berisiko Terkena Diabetes Mellitus (DM)?

Internist Endokrinologi RSUP dr Sardjito, dr Bowo Pramono SpPD KEMD menerangkan ada delapan kategori kelompok berisiko. Pertama faktor keturunan memiliki risiko sampai 80 persen.

obesitas
obesitas

Kedua karena obesitas. Berturut-turut karena hipertensi, kolesterol tak normal, jarang olah raga/malas bergerak, pola makan/hidup tak sehat, konsumsi obat-obat tertentu dan faktor umur di atas 45 tahun.

Lebih jauh dijelaskan, orang dengan obesitas harus memiliki kewaspadaan diri. Sebab, kerja pankreas pada orang bertubuh gemuk menjadi lebih keras. Akibatnya organ penghasil insulin ini cepat lelah.

Berat tubuh ideal menjadi cara sederhana untuk mencegah DM. Cara menghitungnya, lanjut Bowo, adalah tinggi badan dikurangi 100. Bagi pria dengan tinggi badan minimal 160 cm dan wanita 150 cm, maka hasil pengurangan tersebut dikurangi lagi 10 persen agar sampai ke berat tubuh ideal.

Memang cara tersebut tidak menjamin terbebas dari DM. Tapi sebagai parameter memiliki tubuh sehat dengan mengurangi kolesterol merupakan langkah awal pencegahan. “Makanlah sesuai kebutuhan kalori tubuh,” pesan Bowo.

Disarankannya, orang dengan risiko DM agar memeriksa gula darah minimal tiga bulan sekali. Sementara orang risiko DM rendah juga tetap harus periksa satu tahun sekali. Jika kadar gula darah puasa melebihi 126 mg/dl dan dalam dua jam setelah makan mencapai 200 mg/dl maka orang tersebut menderita diabetes.

Sedangkan kadar gula normal berada di kisaran 80-110 mg/dl. “DM itu silent killer (pembunuh senyap), waspadalah dengan penyakit ini. Jaga pola makan dan gaya hidup tetap sehat,” tukas Bowo.

Jadi Kesimpulannya apabila tidak ingin terkena diabetes harus :

Sumber : Wikipedia, International Diabetes Federation,tropicanaslim,tribunjogja