Arsip Tag: alasan beternak puyuh

Perbedaan Afkir Puyuh usia muda dan tua sekitar 1 tahun

Perbedaan afkir puyuh usia muda dan tua sekitar 1 tahun adalah tujuannya.

Afkir di usia muda. Bisa ditujukan untuk dipakai lagi sebagai puyuh petelur. Diambil produksi telurnya.

Setelah diafkir. Oleh pengafkir diberikan makanan starter puyuh. Uritan telurnya akan terbentuk lagi. Dan puyuh akan berproduksi lagi. Sayangnya. Umur produksinya tidak akan lama.

Umumnya afkir puyuh di usia muda. Kemungkinan Dikarenakan:

  • Adanya serangan penyakit
  • Manajemen perawatan puyuh jelek. Sehingga produktivitas jelek.
  • Adanya keluhan tetangga. Bau kotoran menyengat. Sehingga terpaksa ganti usaha.
  • Adanya hama tikus dan kucing yang tidak terkendali. Puyuh menjadi stres
  • Angka kematian puyuh tinggi. Akibat bibit jelek. Sehingga perlu ganti bibitan puyuh
  • Analisa usaha puyuh merugi karena memulai usaha pada saat harga pakan mahal dan harga telur menurun/murah dalam kurun waktu lama

Alasan puyuh usia tua/senja/puyuh umur rata2 1 tahun dapat dikarenakan:

  • Usia produktif telah habis. Prosentase produksi telur habis
  • Ketidak seimbangan pengeluaran konsumsi untuk pakan dan pemasukan penjualan telur. Pakan mahal dan produksi telur turun. Tidak ada laba usaha.

Puyuh afkir usia tua biasanya bertujuan diambil daging untuk konsumsi. Karena sudah tidak bertelur.

Namun dagingnya puyuh tua sebenarnya teksturnya lebih alot dibanding yang muda. Daging puyuh muda lebih empuk dan kenyal.

Namun apabila dibubut/dicabut bulunya. Puyuh tua lebih kuat. Kulitbya Tidak ikut tercabut dengan bulu.

Sedangkan puyuh tua apabila dicabuti bulunya. Biasanya kulit luarnya ikut terkelupas. Padahal kulitnya itulah yang katanya membuat daging puyuh gurih dan mempunyai cita rasa yang khas.

Daging puyuh tua biasanya lebih besar dibandingkan puyuh muda. Karena itu apabila ditimbang gram dagingnya lebih banyak puyuh tua.

Namun pada puyuh pedaging. Biasanya pejantan. Umur 60-90 hari sudah punya bobot yang cukup pantas dibuat konsumsi.

Usaha beternak puyuh puyuh 2017 apakah masih menguntungkan??

Usaha beternak puyuh puyuh 2017 apakah masih menguntungkan??

kita hitung aja untuk lebih tahu.

Produksi Telur Puyuh
Produksi Telur Puyuh

perhitungan kasar memakai asumsi pakan campur Rp. 262.500/50kg = Rp.5.250/kg. Harga telur Butiran 200/butir. Asumsi konsumsi puyuh per ekor/hari : 24 gram= 0,024 kg, dengan jumlah puyuh 1000 ekor. Asumsi produksi puyuh 80%. Perhitungan Laba/Rugi per minggu sebagai berikut :

  • Kebutuhan pakan/minggu : 7x24x1000xRp.5250 = Rp. 882.000,-
  • Pemasukan telur : 7x800butir(prod 80%)x200/butir = Rp. 1.120.000,-
  • Laba = Rp. 1.120.000 – Rp. 882.000 = Rp. 238.000,-
  • Pemasukan per Bulan = 4 x Rp. 238.000 = Rp. 952.000,-
  • Apabila harga pembelian bibit siap telur/umur 30hr =Rp.6.000,-/ekor. Maka Pembelian bibit 1000 ekor = Rp. 6.000.000,-
  • BEP bibit = Rp. 6.000.000 : Rp. 952.000 = 6,3 bulan.
  • Jika puyuh bisa produksi sampai 18 bulan maka, Keuntungan per 1 Unggahan = (18bulan-6,3bulan) x Rp. 952.000 = Rp. 11.138.400,-

Catatan :

    • Pakan puyuh Rp. 262.500/50kg apabila kita beli di peternak yang menyediakan pakan campur. Apabila kita bisa mencampur sendiri pakannya. Makan biaya pakan akan lebih MURAH.

 

  • Harga butiran 200 merupakan asumsi aja. Sekarang waktu penulis menulis ini. harga butiran 205-210/butir. tergantung wilayah. (harga berubah setiap hari)
  • Asumsi pakan 24 gram/ekor/hari. tergantung jenis puyuh yang dipelihara. Saat ini saya memiliki puyuh yang konsumsinya perhari/ekor 22 gram dan 24 gram. Saya ambil yang terbesar saja. Supaya bisa kita hitung dengan biaya yang tertinggi.
  • Jumlah 1.000 ekor adalah minimal perhitungan. Supaya mudah menghitung. Dan biasanya saya menerima ORDER puyuh remaja. Pelanggan kebanyakan minta order peremajaan 1000 ekor.
  • Menurut saya jumlah 1.000 ekor peternak harus mempertimbangkan. Usaha beternak puyuh sebagai sampingan/second job. Apabila sudah mencapai 5000 ekor. Baru bisa dipertimbangkan sebagai profesi utama kita. (Hal ini dapat berubah sesuai situasi dan kondisi).
  • Asumsi produksi telur 80% hanya asumsi. Menurut pengalaman puyuh dapat mencapai puncak produksi hingga 92-98%. Saya sendiri pernah mencapai produksi 92% per hari. Hal ini tergantung perawatan yang diberikan oleh peternak. Semakin baik perawatan puyuh. Maka produksi akan semakin stabil.
  • Asumsi 1 Unggahan masa 18 bulan. Merupakan asumsi. Bahwa puyuh dapat dibudidayakan hingga 1,5 th. Namun apabila hasil produksi telur dan biaya pakan sudah tidak menguntungkan sebaiknya jangan dipaksakan. Tapi saya dan teman2 memang biasa mempertahankan. Atau baru afkir minimal usia 13 bulan keatas.
  • Kenapa ada yang bilang Laba perbulan bisa mencapai Rp. 3.000.000,-  ?? karena produktivitas telurnya tinggi. Jika produksi telur bisa mencapai 98%. Maka perminggu = 7x980x240 = Rp. 1.646.400. dikurang pakan menjadi Laba/minggu = Rp. 764.400. per bulan = Rp. 3.057.600 (jika harga 240/butir)
  • Apabila keuntungan per minggu tidak seimbang dengan biaya pakan. Kita bisa secara kreatif menjual produk telur secara eceran di pasar. Dengan menyisihkan sejumlah telur yang biasa diambil oleh pembeli langganan kita. Harga eceran tentunya akan lebih tinggi. Apabila dijual dalam jumlah sedikit. Harga telur puyuh di pasar berkisar 23.000-26.000/kg. Yang kedua kita bisa menjual atau memanfaatkan kotoran puyuh menjadi komoditas yang ekonomis. seperti menjadikannya kompos, biogas atau langsung menjualnya kepada pembeli yang membutuhkan. Harga biasanya berkisar 4000-6500/sak. Ketiga, kita bisa memilah puyuh yang sudah tidak produksi dan menjualnya ke pemilik warung sebagai langkah untuk mengurangi biaya pakan. Biasa disebut AFKIR SELEKSI. Harga berkisar 2500/ekor.

artikel terkait : Minum puyuh niple atau combor? lebih bagus mana??