Persekusi di tahun 2017 Mencuat Berakibat Kapolres Solok Dicopot

Persekusi di tahun 2017 Mencuat Berakibat Kapolres Solok Dicopot
Persekusi di tahun 2017 Mencuat Berakibat Kapolres Solok Dicopot
persekusi mencuat ke permukaan di tahun 2017. Hal ini kemungkinan disebabkan karena situasi dan kondisi negara Indonesia. Sebenarnya apa itu persekusi?

Istilah dari wikipedia, persekusi memliki arti perlakuan buruk atau penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik.

Menurut Koalisi Anti Persekusi dari Safenet, Damar Juniarto. Dia bilang, persekusi berbeda arti dengan main hakim sendiri, dalam makna yang sebenarnya persekusi itu adalah tindakan memburu seseorang atau golongan tertentu yang dilakukan suatu pihak secara sewenang-wenang dan sistematis juga luas

Terdapat dua elemen dalam persekusi yang bertujuan untuk menyakiti secara fisik dan psikis.

Pertama pelaku menentukan target lebih dulu yang di dalamnya ada ajakan untuk mengumpulkan target, pendataan target serta upaya memviralkan target.

Yang kedua adalah tahapan berburu dengan cara memobilisasi dengan pengumuman dan kordinasi di lapangan. Biasanya juga disertai dengan instruksi memburu target atau menggeruduk kantor dan rumah oleh massa. Diantara aksi itu ada yang disertai ancaman dan kekerasan. 

Sedangkan yang ketiga, melakukan upaya meminta permintaan maaf tertulis secara paksa di atas materai lalu kembali diviralkan dengan difoto atau divideokan.

Atas kasus main hakim sendiri (persekusi) terhadap dokter Fiera Lovita Sari oleh Front Pembela Islam (FPI).

Berakibat Kepala Polres Solok, Padang, Sumatera Barat, Ajun Komisaris Besar Susmelawati Rosya dicopot dari jabatannya. 

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto membenarkan pencopotan jabatan Kepala Polres Solok, Padang, Sumatera Barat, Ajun Komisaris Besar Susmelawati Rosya dari jabatannya. Alasan pencopotan itu karena ketidaktegasan Rosya dalam menangani kasus main hakim sendiri (persekusi) terhadap dokter Fiera Lovita Sari oleh Front Pembela Islam.

Kapolri Jenderal Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menurut Setyo, tak puas terhadap cara Rosya mengusut kasus tersebut. “Setelah bikin pernyataan, dianggap masalah ini (persekusi) tuntas selesai, itu yang Bapak Kapolri tidak berkenan. Dia (Tito) anggap masalah ini tidak tuntas ditangani,” ujar Setyo usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 3 Juni 2017.

Sumber:tempo,netralnews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.