Pentingnya Niat Puasa Ramdhan. Syarat sah puasa. Jangan sampai lupa niat sebelum berpuasa

Niat berpuasa Ramadhan
Niat merupakan syarat sah puasa, karena puasa adalah ibadah, sedang ibadah tidaklah sah kecuali dengan niat. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung dari niatnya.” (H.R Bukhari & Muslim)
Imam an-Nawawi mengatakan, “Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan. Masalah ini tidak terdapat perselisihan diantara para ulama.” (Raudhatuth Thalibin, 1/268).
Wajib Berniat Sebelum Fajar
Hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Hafshah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
 مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
“Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka puasanya tidak sah.” (H.R Abu Daud, Tirmidzi & Nasa’i)
Adapun dalam puasa sunnah boleh berniat setelah terbit fajar menurut mayoritas ulama. Hal ini dapat dilihat dari perbuatan Nabi. Dalil masalah ini adalah hadits ‘Aisyah berikut ini. ‘Aisyah berkata, “Pada suatu hari, Nabi menemuiku dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” Kami menjawab, “Tidak ada.” Beliau berkata, “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” 
Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata,”Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kurma, samin dan keju).” Maka beliau pun berkata,”Bawalah kemari, sesungguhnya dari tadi pagi aku berpuasa.” (H.R Muslim)
Imam an-Nawawi mengatakan, “Ini adalah dalil bagi mayoritas ulama, bahwa berniat di siang hari sebelum waktu zawal (matahari bergeser ke barat) pada puasa sunnah diperbolehkan.
Terkait niat puasa di bulan Ramadhan harus diperbarui setiap harinya. Karena puasa setiap hari di bulan Ramadhan masing-masing hari berdiri sendiri, tidak berkaitan satu sama lainnya, dan tidak pula puasa di satu hari merusak puasa hari lainnya. (Al mausu’ah al fiqhiyah 28/26)
disadur dari buku “Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah” karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber: muslim pedia

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.