Penanganan Puyuh Mati Jangan Dibuang ke Pembuangan feses puyuh. Hati2 membuang puyuh

Teman2 peternak banyak yang membuang/mengubur puyuh mati ke tempat pembuangan feses akhir.

Hati2 jangan ditiru. Pengalaman saya. Sangat menyakitkan.

Ketika saya buang mayat puyuh mati di pembuangan feses. Harapan saya akan busuk sendiri di situ.

Tapi kenyataannya tidak. Puyuh yang mati diambil oleh tikus yang ukuranya besar.

Beberapa hari. Bangkai mayat menghilang. Saya oke2 aja.

Hingga 10 hari. Puyuh yang masih hidup di kandang. 1 ekor kepalanya hilang di dalam. Disambung keesokab harinya. Lehernya seperti ada yang menggigit. Dan besoknya lagi sampai 1 bulan.

Akhirnya puyuh produksi turun drastis hingga 30%. Dan terpaksa afkir 1000 puyuh yang tersisa. Karena produksi terganggu. Dan tidak bisa menangani  hama puyuh.

Setelang beberapa hari ketahuan. Ada lobang besar seukuran tikus got pada betek/dinding bambu saya.

Setelah 4 bulan saya kosongkan kandang. Saya isi kembali 300 ekor puyuh petelur. Tiap ada yang mati. Saya kubur langsung. Hal ini ada perubahan.

Tidak ada lagi serangan yang membuat kepala puyuh putus.

Dari pengalaman. Jangan membuang bangkai puyuh sembarangan. Sebaiknya dikubur saya. Selain aman terhadap penyakit. Juga aman dari hama tikus.

About Khamim

Hi, Selamat Datang di personal blog saya..
Nama Saya Khamim Nugroho Iswanto, saya seorang peternak agropreneur yang sedang mendalami online business. Di web ini saya ingin berbagi pengalaman bagaimana pengalaman saya beternak puyuh dan serba serbi online bisnis. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat untuk semua pembaca yang datang di blog saya.
Selanjutnya kamu bisa liat profil saya lebih lanjut di halaman facebook saya. Semoga dengan kita berkenalan bisa menjadi teman. Dan kedepannya kita bisa syaring ilmu dan saling memberi manfaat. Selamat membaca..

Tinggalkan Balasan