Arsip Kategori: Tips Kesehatan

Penyebab Kanker Serviks dan Gejalanya. Orang Mulai Cari Tahu Penyebab Kanker Serviks Setelah Berita Julia Peres Meninggal Akibat Kanker Serviks

Kemarin artis cantik Julia Peres Meninggal.

Dia meninggal akibat kanker serviks. Akibat berita nya yang viral itu Orang Mulai Cari Tahu Penyebab Kanker Serviks Setelah Berita Julia Peres Meninggal Akibat Kanker Serviks.

Apa Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks dimulai ketika sel-sel yang sehat mengalami mutasi genetik atau perubahan pada DNA. Mutasi genetik ini kemudian mengubah sel normal menjadi sel abnormal. Sel yang sehat akan tumbuh dan berkembang biak pada kecepatan tertentu, sedangkan sel kanker tumbuh dan berkembang biak tanpa terkendali.

Jumlah sel abnormal yang terus bertambah akan membentuk tumor. Sel kanker yang muncul kemudian menyerang jaringan di sekitarnya. Sel ini bisa melepaskan diri dari lokasi awal dan menyebar ke wilayah tubuh lainnya, proses ini disebut sebagai metastasis.

Kanker Serviks Akibat HPV atau Human papillomavirus

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan perempuan terkena kanker serviks. Tapi penelitian menemukan bahkan 99,7 persen kanker serviks disebabkan oleh HPV. HPV adalah satu golongan virus,di mana terdapat lebih dari 100 jenis HPV.

Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual, di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh, dan melalui seks oral. Setelah memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33 persen wanita akan terinfeksi HPV.

Beberapa jenis HPV tidak menimbulkan gejala yang jelas, dan infeksi bisa hilang tanpa penanganan medis.

Namun terdapat jenis HPV lainnya yang bisa menyebabkan kutil pada alat kelamin. Jenis HPV penyebab kutil kelamin ini tidak menyebabkan kanker serviks.

Ada sekitar 15 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks. Dua jenis yang paling umum adalah HPV 16 dan HPV 18. Jenis ini menjadi penyebab kanker serviks pada 70 persen wanita.

Jenis HPV yang berisiko tinggi dianggap mengandung materi genetik yang bisa dipindahkan dari sel virus ke dalam sel leher rahim. Materi ini akan mulai mengganggu kinerja sel, hingga akhirnya sel-sel serviks itu berkembang biak tanpa terkendali. Proses inilah yang menyebabkan munculnya tumor dan kemudian berubah menjadi kanker.

Baca yuk: Kursus Bisnis Online

Belum ada obat yang diketahui bisa menyembuhkan infeksi HPV. Virus ini sendiri bisa tetap berada di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan.

Tapi, kebanyakan infeksi HPV menghilang tanpa penanganan khusus dalam jangka waktu sekitar dua tahun.

Namun, sebagai langkah berjaga-jaga, setiap wanita disarankan untuk menerima vaksinasi HPV untuk mencegah tertularnya jenis virus yang menyebabkan kanker.

Status Prakanker – Cervical Intraepithelial Neoplasia

Kanker serviks butuh bertahun-tahun untuk tumbuh dari sel sehat ke sel prakanker dan akhirnya sel kanker. Perubahan abnormal sel-sel sebelum kanker inilah yang dikenal dengan sebutan cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau sel prakanker. Perubahan sel akibat infeksi HPV menjadi CIN, hingga akhirnya menjadi kanker sangat lambat. Proses ini bisa terjadi dalam kurun waktu 10-20 tahun

Jumlah sel abnormal yang terus bertambah akan membentuk tumor. Sel kanker yang muncul kemudian menyerang jaringan di sekitarnya. Sel ini bisa melepaskan diri dari lokasi awal dan menyebar ke wilayah tubuh lainnya, proses ini disebut sebagai metastasis.
Kanker Serviks Akibat HPV atau Human papillomavirus
Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan perempuan terkena kanker serviks. Tapi penelitian menemukan bahkan 99,7 persen kanker serviks disebabkan oleh HPV. HPV adalah satu golongan virus,di mana terdapat lebih dari 100 jenis HPV.

Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual, di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh, dan melalui seks oral. Setelah memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33 persen wanita akan terinfeksi HPV. Beberapa jenis HPV tidak menimbulkan gejala yang jelas, dan infeksi bisa hilang tanpa penanganan medis.

Namun terdapat jenis HPV lainnya yang bisa menyebabkan kutil pada alat kelamin. Jenis HPV penyebab kutil kelamin ini tidak menyebabkan kanker serviks. 

Ada sekitar 15 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks. Dua jenis yang paling umum adalah HPV 16 dan HPV 18. Jenis ini menjadi penyebab kanker serviks pada 70 persen wanita.

Jenis HPV yang berisiko tinggi dianggap mengandung materi genetik yang bisa dipindahkan dari sel virus ke dalam sel leher rahim. Materi ini akan mulai mengganggu kinerja sel, hingga akhirnya sel-sel serviks itu berkembang biak tanpa terkendali. 

Proses inilah yang menyebabkan munculnya tumor dan kemudian berubah menjadi kanker.

Belum ada obat yang diketahui bisa menyembuhkan infeksi HPV. Virus ini sendiri bisa tetap berada di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan. Tapi, kebanyakan infeksi HPV menghilang tanpa penanganan khusus dalam jangka waktu sekitar dua tahun. 

Namun, sebagai langkah berjaga-jaga, setiap wanita disarankan untuk menerima vaksinasi HPV untuk mencegah tertularnya jenis virus yang menyebabkan kanker.
Status Prakanker – Cervical Intraepithelial Neoplasia

Kanker serviks butuh bertahun-tahun untuk tumbuh dari sel sehat ke sel prakanker dan akhirnya sel kanker. Perubahan abnormal sel-sel sebelum kanker inilah yang dikenal dengan sebutan cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau sel prakanker. Perubahan sel akibat infeksi HPV menjadi CIN, hingga akhirnya menjadi kanker sangat lambat. Proses ini bisa terjadi dalam kurun waktu 10-20 tahun.

CIN adalah kondisi pertumbuhan sel abnormal sebelum kanker. Kondisi ini umumnya tidak mengancam kesehatan seseorang secara langsung, tapi berpotensi berubah menjadi kanker. Walau risiko sel-sel CIN berubah menjadi kanker tergolong kecil, dokter akan memantau atau menanganinya sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Tujuan pap smear adalah mengidentifikasi tahap ini agar CIN ditangani sebelum sepenuhnya berubah menjadi kanker.
Tingkat perubahan sel abnormal bisa dibagi menurut tingkat keparahannya, yaitu:

CIN 1 – Kondisi ini terjadi saat perubahan pada sel-sel leher rahim masih sedikit atau tidak terlalu signifikan. Bisa ditangani atau dipantau secara berkala karena sel-sel pada tahap CIN 1 bisa berubah menjadi normal kembali tanpa penanganan medis.


CIN 2
– Terjadi perubahan yang lebih dari CIN 2; umumnya sel-sel abnormal diangkat oleh dokter.

CIN 3 – Pada tahap ini, perubahan sel sangat abnormal tapi belum bersifat kanker. Sel-sel CIN 3 akan diangkat oleh dokter.

Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Serviks

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko menderita kanker serviks antara lain:

Aktivitas seksual terlalu dini: Melakukan hubungan seksual pada umur terlalu dini akan meningkatkan risiko terinfeksi HPV.

Berganti-ganti pasangan seksual: Memiliki banyak pasangan seksual akan meningkatkan risiko terinfeksi HPV.

Merokok: Wanita yang merokok berisiko dua kali lipat. Ini mungkin disebabkan oleh bahan kimia berbahaya dari tembakau yang muncul di leher rahim.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Kondisi ini mungkin dikarenakan mengonsumsi obat tertentu seperti imunosupresan. Obat ini digunakan agar tubuh tidak menolak donor organ dari orang lain atau karena menderita HIV/AIDS.

Melahirkan anak: Makin banyak anak yang dilahirkan seorang wanita, maka risiko mengidap kanker serviks semakin tinggi. Wanita yang punya tiga anak, tiga kali lebih berisiko terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak punya anak sama sekali. 

Diperkirakan bahwa perubahan hormon saat sedang hamil membuat leher rahim lebih rentan terserang HPV.

Minum pil kontrasepsi atau KB lebih dari lima tahun: Mengonsumsi pil KB cukup lama akan meningkatkan risiko dua kali lipat mengalami kanker serviks. Meski hal ini masih belum jelas alasannya.

Cara Penyebaran Kanker Serviks

Jika kanker serviks tidak didiagnosis dan tidak ditangani, perlahan-lahan sel kanker akan keluar dari leher rahim dan menyebar ke organ serta jaringan di sekitarnya. Kanker bisa menyebar ke vagina dan otot yang menopang tulang panggul. 

Sel kanker juga bisa menyebar ke tubuh bagian atas. Kondisi ini akan menghalangi saluran yang mengalir dari ginjal ke kandung kemih atau sering disebut sebagai ureter.

Kanker bisa menyebar ke kandung kemih, rektum, dan akhirnya sampai ke hati, tulang, dan paru-paru. Sel kanker ini juga bisa menyebar ke sistem limfatik. Sistem limfatik terdiri dari serangkaian nodus dan saluran yang menjalar ke seluruh tubuh dengan cara yang sama seperti sistem peredaran darah.

Nodus limfa menghasilkan banyak sel khusus yang dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh. Jika Anda terinfeksi, nodus di leher atau di bawah ketiak akan membengkak. Pada beberapa kanker serviks stadium awal, nodus limfa yang dekat dengan leher rahim mengandung sel kanker. Dan pada beberapa kanker serviks stadium akhir, nodus limfa di dada dan perut juga bisa terinfeksi kanker.

Gejala Kanker Serviks

Gejala kanker serviks tidak selalu bisa terlihat dengan jelas, bahkan ada kemungkinan gejala tidak muncul sama sekali. Sering kali, kemunculan gejala terjadi saat kanker sudah memasuki stadium akhir. Oleh karena itu, melakukan pap smear secara rutin sangat penting untuk ‘menangkap’ sel pra-kanker dan mencegah perkembangan kanker serviks.

Pendarahan Pada Vagina

Pendarahan tidak normal dari vagina, termasuk flek adalah gejala yang sering terlihat dari kanker serviks. Pendarahan biasanya terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan jika terjadi pendarahan yang tidak normal lebih dari satu kali.

Gejala-gejala Lainnya yang Mungkin Muncul

Selain pendarahan yang abnormal, gejala lain yang mungkin muncul adalah:

Cairan yang keluar tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya, berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung darah.

Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual.

Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang lebih dari 7 hari untuk 3 bulan atau lebih, atau pendarahan dalam jumlah yang sangat banyak.

Gejala Pada Kanker Serviks Stadium Akhir

Kanker serviks pada stadium akhir akan menyebar ke luar dari leher rahim menuju ke jaringan serta organ di sekitarnya. Pada tahapan ini, gejala yang terjadi akan berbeda, antara lain:

Terjadinya hematuria atau darah dalam urine.

Bermasalah saat buang air kecil karena penyumbatan ginjal atau ureter.

Perubahan pada kebiasaan buang air besar dan kecil.

Penurunan berat badan.

Pembengkakan pada salah satu kaki.

Nyeri pada tulang.

Kehilangan selera makan.

Rasa sakit pada perut bagian bawah dan juga panggul.

Rasa nyeri pada punggung atau pinggang, ini disebabkan karena terjadi pembengkakan pada ginjal. Kondisi ini disebut sebagai hidronefrosis.

Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera menemui dokter. Terutama mengenai pendarahan yang tidak normal pada vagina yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Tapi, gejala ini harus diperiksa oleh dokter untuk memahami penyebabnya.

Sumber: alodokter.com,detik.com

4 Cara Supaya Kamu yang Berhijab Selalu Wangi. Jadi Kamu Bisa Tampil Syar’i dan Wangi Sepanjang Hari

4 Cara Supaya Kamu yang Berhijab Selalu Wangi

Buat setiap wanita,Penampilan itu Penting.

Selain penampilan harus oke. Penting juga menjaga kebersihan dan keharuman tubuh. Apalagi jika kamu berhijab, kondisi tubuh dan wajah yang tertutup rapat pasti lebih perlu perhatian khusus. Karena apabila tertutup, bisa lembab dan menimbulkan bau yang gak bikin pede. Begini 4 Cara Supaya Kamu yang Berhijab Selalu Wangi dan makin percaya diri.

Kebersihan rambut

Karena akan ditutup ciput berlapis kerudung, jadinya rambut kamu harus selalu bersih. Keramaslah minimal dua kali sehari. Gunakan shampoo, conditioner, dan serum supaya rambut kamu bersih, wangi, dan bebas rontok.

Habis keramas rambut harus benar-benar kering yah. Kalau nggak, rambut basah dan ditutup bisa bikin lembab, bau, dan kulit kepala berminyak yang rawan ketombe. Jadi gak Pede kan kalo kita gatal karena kulit kepala lembab.

Pakai Body Lotion Untuk menjada Kelembapan Kulitmu

Setelah mandi jangan lupa pakai body lotion. Supaya kulit kamu tetap lembab meski tertutup sepanjang hari.

Pakai parfum jika dibutuhkan. Supaya wangi dan segar.

Semprotkan sehabis mandi saat pori-pori masih terbuka di area nadi, supaya wanginya lebuh tahan lama.

Kalau kamu mau menyemprot parfum di pakaian, jangan semprot terlalu dekat. Paling nggak jaraknya kurang lebih 30 cm dari pakaian. Kalau terlalu dekat, wangi parfum justru kurang melekat dan bisa meninggalkan bekas noda.

Beri kesempatan kulit rambut dan tubuh bernapas

Sesampainya di rumah atau lingkungan yang tak mengharuskan kamu untuk menutup rambut dengan kerudung, lepaskan sejenak hijab kamu untuk memberikan kesempatan kulit kepala untuk “bernapas”. Demikian juga dengan tubuh. Sempatkan untuk scrubbing supaya kulit tubuh kamu lebih bersih.

Pilih Bahan Hijab yang Lembut Nyaman Dipakai

Bahan hijab yang nyaman dan adem nggak akan menimbulkan iritasi pada kulit, terutama jika terkena keringat.

Pilih hijab dari bahan katun dan kaos yang menyerap keringat dan tidak menyebabkan bau badan. Jangan pilih yang bahannya terlalu ketat, biar kamu bisa bebas bergerak dan nyaman sepanjang hari.

Bahan yang terlalu ketat. Apalagi terkena panas. Akan menimbulkan banyak keringat.

Perbanyak Konsumsi Air Putih

Perbanyak konsumsi air putih yang bisa menjaga kelembaban kulit dan membuang racun-racun dalam tubuh pemicu bau badan.

Selain kulit kamu bakal terjaga kelembapan kulitnya. Banyak ahli kesehatan menyarankan banyak minum air putih sebagai sarana menjaga kesehatan. Jadi kamu bisa tetap cantik dan sehat.

Pilih botol minumKesukaan kamu,dengan motif keren. Biar kamu semangat terus minum air putih. Jangan lupa untuk perbanyak juga konsumsi sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin C dan E.

Olahraga teratur juga bisa membantu mencerahkan, menyehatkan kulit, dan melancarkan peredaran darah.Bila peredaran darah lancar. Darah yang akan menyuplai oksigen ke jaringan kulit akan Lancar. Dan membuat kulit kelihatan segar berseri dan wangi.

Udah tahu caranya Supaya Kamu yang Berhijab Selalu Wangi kan? Semangan terus pakai hijab yah. Jadi Kamu bisa tetap tampil syar’i dan wangi.[carousel_slide id=’1050′]

Wanita Sedang Haid Tidak Direkomendasikan Berenang Apalagi Berenang Di Kolam Renang Umum

wanita berenang waktu haid liputan6

Wanita Sedang Haid Tidak Direkomendasikan Berenang Apalagi Berenang Di Kolam Renang Umum. Kenapa yah? Padahal berenang itu sehat dan menyenangkan

Berenang merupakan aktivitas olah raga yang dapat menyehatkan tubuh. Saat berenang anggota badan ikut bergerak semua mengikuti gerakan renang.

Selain itu berenang dapat di jadikan wahana untuk relaksasi. Banyak keluarga menjadwalkan hari minggu ngajak anggota keluarga untuk relaksasi ke kolam renang umum.

Masalahnya ada beberapa resiko buat Wanita Sedang Haid berenang. Tapi bolehkah wanita haid berenang?

Ketika saya menonton acara Dr OZ Indonesia. Jawabnya bu dokter cantik sih boleh ya. Wanita berenang di kolam renang cuma tidak direkomendasikan. Soalnya mempunyai resiko.

Resikonya adalah

Kolam Jadi Merah

Kolam renang jadi bewarna merah. Karena ada bocoran darah dari darah Wanita Sedang Haid.

Karena itu kita bisa mengantisipasinya dengan memakai tampon ekstra. Pakai aja double. Dan diganti 2-3 jam sekali.

Jadi setelah berenang 2 jam. Tampon diganti.

Selain itu. Pakai celana pendek yah. Biar nyaman pakai tampon. Usahakan celana yang berwarna gelap yah. Kalo terjadi kebocoran. Gak kelihatan.

baca juga : kursus online, cara memulai bisnis online dengan tutorial gratisan

Kalo bisa sih waktu darah haid keluar deras pada Wanita Sedang Haid. Jangan masuk kolam deh. Soalnya bisa mencemari kolam.

Infeksi dinding rahim

Berhati hatilah jika sedang berenang pada kolam renang umum. Soalnya di kolam renang umum. Semua orang bisa nyemplung. Resiko ketidak bersihannya sangat tinggi. Kita gak bisa kontrol. Beda lagi kalo punya kolam renang pribadi. Kolam renang pribadi lebih bersih airnya. Karena sering diganti. Dan tidak di cemplung in orang banyak yang bawa bakteri.

Pada kolam renang umum dikhawatirkan air tidak bersih dan telah terkontiminasi dengan bakteri dari orang lain yang bisa menyebabkan infeksi pada dinding leher rahim, Hal tersebut disebabkan karena leher rahim pada posisi yang terbuka dimana dapat mempermudah bakteri jenis apapun masuk ke dalamnya.

Kram perut

Bahaya berenang saat haid sering terjadi selama aktivitas renang masih berlangsung. Pada seorang Wanita Sedang Haid berenang. Maka gerakan-gerakan renangnya dapat menekan otot perut menjadi lebih kencang dan tegang. Akibatya kram otot tak dapat dihindari.

Supaya tidak beresiko kram perut. Bisa dikali dengan nyemplung ke kolam renang yang airnya hangat yah.

Tubuh mudah pegal pegal

Bahaya berenang saat Wanita Sedang Haid cenderung mudah pegal pegal. Hal ini sering dialami wanita akibat tubuh sedang mengalami perubahan hormon yang menyebabkan peredaran darah sekitar rahim tidak stabil. Keadaan ini memungkinkan seseorang terserang pegal pegal hampir diseluruh tubuh setelah usai melakukan aktifitas berenang dalam waktu yang cukup lama.

Sumber:liputan6,hallosehat