Cara Mudah dan Praktis Mengeringkan Kotoran Puyuh Petelur Supaya Tidak Menimbulkan Polusi Bau Secara Alami Tanpa Obat – Obatan dan Suplemen

Cara Mudah dan Praktis Mengeringkan Kotoran Puyuh Petelur Supaya Tidak Menimbulkan Polusi Bau Secara Alami Tanpa Obat – Obatan dan Suplemen

Cara Mudah dan Praktis Mengeringkan Kotoran Puyuh Petelur Supaya Tidak Menimbulkan Polusi Bau Secara Alami Tanpa Obat – Obatan dan Suplemen

Mengatur kotoran/fese puyuh supaya kering sangat penting. Supaya bau feses tidak menimbulkan polusi ke rumah kita maupun ke tetangga.

Feses yang kering juga lebih mudah dimasukkan wadah sak. dibandingkan dengan yang basah. Feses yang basah pun akan lebih berat. Bau amoniaknya sangat kental. Pekerja kita akan mengeluh saat memasukkan ke sak wadah jika fesesnya masih basah.

Beberapa cara yang saya lakukan untuk mengatur/manage kotoran/feses puyuh supaya tidak bau dan mengganggu tetanggga :

Penggunaan Abu Sisa Pembakaran Batu Bata Mampu Mengurangi Kadar Air Feses Puyuh

Pembersihan feses puyuh di kandang biasanya saya lakukan 3 hari sekali. Supaya tidak mengganggu puyuh di kandang. Supaya tidak stres karena sering di obok – obok/ dimasuki manusia setiap hari.

Supaya tidak terjadi bau yang sangat menyengat. Supaya feses tidak basah. Kita harus menggunakan sisa abu pembakaran sekam/kayu yang bisa kita dapatkan di pembakaran industri batu bata.

Kebetulan tempat saya merupakan sentra produksi batu bata. Jadi bahan mudah didapatkan. Gratis. Tinggal bawa ke rumah.

Penggunaan abu mampu mengurangi kadar air di feses puyuh. Biasanya setelah kotoran dibersikan dari wadahnya. Diberikan dasaran abu terlebih dahulu. Sebelum dimasukkan kembali ke tempat semula.

Feses yang dibersihkan dari baterai dimasukkan arko. Kemudian dibawa ke pembuangan akhir. Apabila masih juga basah. Bisa ditambahkan abu kembali.

Biasanya jika kadar air terlampau basah. Penggunaan abu mungkin tidak begitu terpengaruh. Namun jika sudah masuk ke pembuangan akhir. Kena udara dan panas matahari. Abu akan membuat fesesnya lebih kering. Dibandingkan tanpa pemberian abu.

Pembuangan Akhir Tidak Perlu diberikan Peneduh Seng atau Esbes CUKUP TERPAL SAJA

Dari hasil pengamatan yang saya lakukan di beberapa kandang puyuh teman saya. Banyak di pembuangan akhir mereka diberikan peneduh berupa seng maupun esbes.

Ternyata hal ini tidak EFEKTIF

Feses yang tidak bisa terkena sinar matahari dan aliran angin. Malah akan menjadi lembab.

Akhirnya feses tetap lembab dan tidak kering. Atau mungkin saja kering di permukaannya saja. Namun bawah tetap basah.

Hal ini bisa dibuktikan dengan mengaduk tumpukan feses tersebut dengan bambu atau kayu panjang. Untuk mengetahui kondisi bawahnya.

Beda halnya dengan tempat saya. Saya hanya menggunakan peneduh TERPAL.

Tiap pagi apabila tidak hujan. Terpal saya buka. Supaya feses terkena sinar matahari sampai sore. Apabila sudah sore saya tutup kembali.

Pada intinya menjaga supaya tidak kena udara lembab dan empun malam.

Kompos yang sudah kering bisa kita manfaatkan. CUKUP memprosesnya dengan memberikan EM4 Pertanian Warna Kuning untuk memfermentasinya.

Baca Yang Berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.